Kabar Terbaru Korban Kecelakaan Lion Air
Seorang
penumpang Lion Air mendapat perawatan medis saat ia tiba di rumah sakit
di Kedonganan Bali Sabtu, 13 April 2013 (sumber: EPA FOTO)
Denpasar
- Korban yang mengalami luka-luka akibat tergelincirnya pesawat Lion
Air di ujung landasan pacu Bandar Udara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (13/4)
sore, dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu, Kedonganan, Kuta. Sedikitnya 29
korban yang mengalami luka-luka harus menjalani perawatan secara
intensif karena ada yang patah tulang dan ada yang trauma.
“Sebagian dari penumpang yang menjadi korban dalam musibah tersebut
mengalami patah tulang dan trauma,” kata Dewi, salah seorang petugas
penerimaan pasien RS Kedonganan.
Bahkan menurutnya, ada seorang penumpang bernama Ketut Manis (45)
mengalami patah tulang leher. Pria yang bekerja di sebuah hotel di
kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, itu harus menjalani CT-Scan untuk
mengetahui kondisi tulang leher yang patah dalam peristiwa tersebut.
“Sampai saat ini kami masih menunggu hasil CT-Scan kakak saya,” kata kakak ipar korbanKetut Yadi Sarmoko.
Yadi mengatakan, dirinya baru mengetahui pesawat Lion Air tergelincir
di Pantai Segara, Kita, itu dari pesawat televisi. “Saya tahu dia
menumpang pesawat itu karena habis mengikuti pertemuan dengan pemimpin
perusahaannya di Bandung,” katanya.
Selain Ketut Manis, salah seorang penumpang Lusiana (26) juga
menjalani perawatan di rumah sakit itu bersama anaknya, Fadil (8) yang
mengalami luka-luka. “Saya mau main ke rumah teman saya di Bali. Tapi
ternyata kena musibah,” kata Lusiana.
Sementara itu, Tina Lestiana mengalami trauma akibat musibah yang
dialaminya. Perempuan itu dalam kondisi hamil sehingga dibawa ke RS
Kasih Ibu untuk mengetahui kondisi janinnya.
Hingga saat ini RS Kasih Ibu ramai oleh lalu lalang petugas kesehatan
yang menerima korban kecelakaan pesawat tersebut. Beberapa anggota
keluarga korban juga berdatangan di rumah sakit yang berjarak sekitar 6
kilometer dari Bandara Ngurah Rai itu.
Pesawat Lion Air jurusan Banjarmasin-Bandung-Denpasar yang mengangkut
95 penumpang dewasa, tiga anak-anak, satu bayi, dan tujuh awak
tergelincir di ujung barat landasan pacu Bandara Ngurah Rai pada pukul
15.35 Wita. Bagian belakang pesawat yang tinggal landas dari Bandara
Hussein Sastranegara, Bandung, pada pukul 12.48 WIB itu terbelah dan
mengapung di Pantai Segara, Kuta.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah dengan nomor penerbangan JT-904
itu. Seluruh penumpang dan awak berhasil dievakuasi oleh nelayan,
petugas SAR, dan petugas dari Polda Bali.
Lion Air dengan nomor penerbangan JT 904 tujuan Bandung-Denpasar
tergelincir sekira pukul 15.20 WITA. Pesawat itu mengalami nahas sesaat
setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali.
Humas Angkasa Pura Ngurah Rai Sherly Yunita mengatakan, pesawat itu
mengangkut 101 penumpang. Dari informasi yang diterimanya, seluruh
penumpang dalam keadaan selamat. “Informasi yang saya terima semua
penumpang selamat dan hanya mengalami luka-luka,” kata Sherly, Sabtu
seraya mengatakan saat ini seluruh penumpang masih terus dievakuasi.
Beberapa yang sudah dievakuasi langsung dilarikan ke rumah sakit.