Kamis, 09 Mei 2013

ES PUDING TAPE HIJAU

Bahan:

1 bks Agar-agar bubuk hijau
600 ml air
150 gr Gula Pasir
250 gr Tape Ketan Hijau

Isi:

1 bh Kelapa Muda
300 ml Santan
Sirup Merah
Susu Kental Manis
Es Serut

Cara Membuat:

1. Didihkan air, campur dengan agar-agar. Aduk rata dan tambahkan gula pasir. Setelah
mendidih, masukkan tape, aduk rata dan masak sebentar.
2. Tuangkan ke dalam loyang, hilangkan uap panas dan masukkan dalam lemari pendingin.
3. Setelah dingin, potong bentuk dadu dan tuangkan ke dalam gelas. Tambahkan kelapa
muda dan santan atau susu.
4. Beri es serut, tambahkan susu kental manis dan sirup merah.
5. Hias dengan daun pandan dan sajikan.

KISAH  NABI YAHYA BIN ZAKARIYYA

  sekitar 1 SM - 31 SM adalah Nabi Islam yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Diyakini bahawa Yahya hidup selama 30 tahun.. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 28 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 4 kali di dalam Al-Quran dan wafat di Damaskus Syiria.

Nabi Yahya tidak banyak diuraikan dalam Qur'an. Hanya dijelaskan ia dikaruniai hikmah dan ilmu semasa kanak-kanak. Ia hormat pada orang tuanya, dan tidak sombong ataupun durhaka. Ia pintar dan tajam pemikirannya. Ia beribadah siang malam sehingga tubuhnya kurus kering, wajahnya pucat, dan matanya cekung.
Di kalangan bani Israil, dia dikenal sebagai ahli agama dan hafal Taurat. Ia berani mengambil keputusan, tidak takut dihina orang, dan tidak menghiraukan ancaman penguasa dalam usahanya menegakkan kebenaran. Ia menganjurkan orang bertobat, dan sebagai tanda, ia memandikan orang yang bertobat di sungai Jordan, yang sebenarnya adalah mandi besar, dan disebut pembaptisan dalam ajaran Kristen.

Pada masa itu, Herodes seorang penguasa Palestina merencanakan akan menikah dengan kemenakannya sendiri yaitu Hirodia. Hirodia sendiri merasa senang jika diperistri oleh seorang raja. Yahya melarang pernikahan ini karena bertentangan dengan syariat kitab Taurat dan Zabur. Seluruh istana pun gempar, mereka setuju dengan pendapat Yahya. Sehingga membuat raja menjadi malu dan murka, kemudian ia dan Hirodia berusaha mencari jalan untuk membungkam mulut Yahya dengan cara apapun. Dikisahkan bahwa Yahya belum pernah menikahi seorang wanita, karena dia sudah terbunuh di usia muda dan dianggap sebagai nabi yang telah mati syahid.

Menurut Qur'an, Yahya atau Yohanes (dalam Kristen) adalah anak Zakariya, dan kelahirannya dikabarkan oleh Malaikat Jibril. ([Qur'an 19:7], [Qur'an 3:39]). Yahya diberi hikmah semenjak masih kanak-kanak (19:12). Dia mematuhi orang tuanya dan bukan orang sombong lagi durhaka ([Qur'an 19:13]). Yahya dipuji di dalam Quran dan Allah memberkahi hari ketika dia dilahirkan. ([Qur'an 19:15]).
Yahya disebut sebagai orang yang benar, mulia. ([Qur'an 6:85], 3:39). Ia diutus untuk menyampaikan firman Allah (3:39).
Kisah Yahya diceritakan kembali oleh Ja'far pada Raja Abyssinia sebelum Migrasi ke Abyssinia [5].

Nabi dan Rasul pun tak luput dari godaan iblis laknatullah.
Nabi Yaha as merupakan putra dari Nabi Zakaria as, dan keduanya menjadi Nabi dan Rasul Allah SWT.

Nabi Yahya as dari sejak kecil telah terpelihara dari perbuatan syirik (menyekutukan Tuhan) dan terpelihara dari maksiat.
Hal ini dijelaskan dengan Firman Allah SWT dalam Surat Maryam ayat 12-13.

Artinya:
12. Hai Yahya, ambillah[1] Al kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. dan Kami berikan kepadanya hikmah[2] selagi ia masih kanak-kanak,
13. dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). dan ia adalah seorang yang bertakwa,

[1] Maksudnya: pelajarilah Taurat itu, amalkan isinya, dan sampaikan kepada umatmu.
[2] Maksudnya: kenabian. atau pemahaman Taurat dan pendalaman agama.

Pada suatu hari, datanglah iblis menghadap Nabi Yahya as dan berkata sebagaimana berikut terangkum dalam dialog.

Iblis : "Wahai Nabi Yahya, aku ingin memberimu nasehat."
Nabi Yahya as : "Kamu bohong. Kamu jangan menasehati aku, tetapi beritahukan kepadaku tentang anak cucu Nabi Adam as."
Iblis : "Anak cucu Adam itu menurut asal ada tiga golongan, yaitu:
1. Golongan yang paling keras terhadap golongan kami.
Bila saya menemukan kesempatan untuk untuk menggodanya, maka kesempatan itu tidak bisa saya manfaatkan sehingga kami tidak memperoleh apa-apa dari mereka.

2. Golongan yang kami kuasai.
Mereka ini ditangan kami tidak ubahnya seperti bola di tangan para anak-anak kami yang kapan saja bisa dimainkan. Kami puas atas mereka ini.

3. Golongan orang-orang seperti Anda.
Mereka ini oleh Allah SWT dilindungi sehingga saya tidak dapat menembus mereka.

Nabi Yahya as : "Kalau begitu, apakah kamu mampu menggoda saya?"
Iblis : "Tidak. Tapi hanya sekali saja saya mampu menggoda Anda. Yaitu ketika Anda menghadapi makanan, lalu Anda memakan makanan itu sekenyang-kenyangnya sampai Anda tertidur pada waktu itu. Saat itu Anda tidak melakukan shalat malam seperti pada malam-malam sebelumnya."
Nabi Yahya as :
(riwayat dari Abdullah bin Al Imam Ahmad Hambal dari Tsabit Al Bannani).

Karena Iblis tidak mampu menggoda Nabi Yahya as, maka iblis pun pergi untuk kembali nanti. Iblis berfikir, mungkin di kesempatan lain bisa menggoda Nabi Yahya as.

Iblis mendatangi Nabi Yahya as lagi, dan kali ini iblis tengah memperlihatkan dirinya dengan beberapa barang yang tergantung.
Dan terjadilah dialog lagi sebagaiman berikut.

Nabi Yahya as : "Apakah barang-barang yang tergantung itu, wahai Iblis laknatullah?"
Iblis : "Ini adalah beberapa syahwat yang saya dapat dari anak Adam.
Nabi Yahya as : "Apakah aku juga ada (syahwat)?"
Iblis : "Kadang-kadang Anda kebanyakan makan (maksudnya sekali itu saja hingga Beliau tertidur), lalu Anda berat untuk menjalankan shalat dan dzikir kepada Allah SWT."
Nabi Yahya as : "Apakah ada yang lain?"
Iblis : "Tidak ada. Wallahi tidak ada."
(Ini menunjukkan bahwa para Nabi dan Rasul itu benar-benar dilindungi oleh Allah SWT dari perbuatan dosa).

Nabi Yahya as : "Ketahuilah wahai Iblis, sesungguhnya Allah SWT tidak akan memenuhkan perut saya dari berbagai makanan."
Iblis : "Saya rasa demikian. Saya pun juga begitu, saya tidak akan memberi nasehat kepada anak cucu Adam."

Diriwayatkan dari Ibnu Abid Dunya dari Abdullah.
Saat itu, Iblis mendatangi Nabi Yahya as kali ketiga, dan dialogpun terjadi lagi.

Nabi Yahya as : "Wahai Iblis, tolong beritahu saya apakah yang paling engkai sukai dari manusia? Dan adakah yang paling engkau benci dari manusia."
Iblis : "Orang mukmin yang paling aku sukai adalah orang mukmin yang bakhil. Sedangkan orang mukmin yang paling aku benci adalah orang mukmin yang fasik (rusak amalny) tetapi dermawan."
Nabi Yahya as : "Mengapa bisa begitu?"
Iblis : "Orang mukmin yang bakhil itu menurut saya sudah cukup (untuk digoda amalnya). Tetapi kalau orang mukmin fasik yang suka bersedekah, saya khawatir kalau kedermawananya itu diketahui oleh Allah SWT lalu diterima amalnya, itu berarti saya tidak punya teman di neraka nanti."

Kemudian Iblis pergi dari hadapan Nabi Yahya as sambil berkata,
"Kalau Anda bukan Yahya UtusanNya, tentu saya tidak akan memberitahu tentang masalah ini."

Kamis, 02 Mei 2013

Kabar Terbaru Korban Kecelakaan Lion Air

Seorang penumpang Lion Air mendapat perawatan medis saat ia tiba di rumah sakit di Kedonganan Bali Sabtu, 13 April 2013
Seorang penumpang Lion Air mendapat perawatan medis saat ia tiba di rumah sakit
di Kedonganan Bali Sabtu, 13 April 2013 (sumber: EPA FOTO)
Denpasar - Korban yang mengalami luka-luka akibat tergelincirnya pesawat Lion Air di ujung landasan pacu Bandar Udara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (13/4) sore, dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu, Kedonganan, Kuta. Sedikitnya 29 korban yang mengalami luka-luka harus menjalani perawatan secara intensif karena ada yang patah tulang dan ada yang trauma.
“Sebagian dari penumpang yang menjadi korban dalam musibah tersebut mengalami patah tulang dan trauma,” kata Dewi, salah seorang petugas penerimaan pasien RS Kedonganan.
Bahkan menurutnya, ada seorang penumpang bernama Ketut Manis (45) mengalami patah tulang leher. Pria yang bekerja di sebuah hotel di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, itu harus menjalani CT-Scan untuk mengetahui kondisi tulang leher yang patah dalam peristiwa tersebut.
“Sampai saat ini kami masih menunggu hasil CT-Scan kakak saya,” kata kakak ipar korbanKetut Yadi Sarmoko.
Yadi mengatakan, dirinya baru mengetahui pesawat Lion Air tergelincir di Pantai Segara, Kita, itu dari pesawat televisi. “Saya tahu dia menumpang pesawat itu karena habis mengikuti pertemuan dengan pemimpin perusahaannya di Bandung,” katanya.
Selain Ketut Manis, salah seorang penumpang Lusiana (26) juga menjalani perawatan di rumah sakit itu bersama anaknya, Fadil (8) yang mengalami luka-luka. “Saya mau main ke rumah teman saya di Bali. Tapi ternyata kena musibah,” kata Lusiana.
Sementara itu, Tina Lestiana mengalami trauma akibat musibah yang dialaminya. Perempuan itu dalam kondisi hamil sehingga dibawa ke RS Kasih Ibu untuk mengetahui kondisi janinnya.
Hingga saat ini RS Kasih Ibu ramai oleh lalu lalang petugas kesehatan yang menerima korban kecelakaan pesawat tersebut. Beberapa anggota keluarga korban juga berdatangan di rumah sakit yang berjarak sekitar 6 kilometer dari Bandara Ngurah Rai itu.
Pesawat Lion Air jurusan Banjarmasin-Bandung-Denpasar yang mengangkut 95 penumpang dewasa, tiga anak-anak, satu bayi, dan tujuh awak tergelincir di ujung barat landasan pacu Bandara Ngurah Rai pada pukul 15.35 Wita. Bagian belakang pesawat yang tinggal landas dari Bandara Hussein Sastranegara, Bandung, pada pukul 12.48 WIB itu terbelah dan mengapung di Pantai Segara, Kuta.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah dengan nomor penerbangan JT-904 itu. Seluruh penumpang dan awak berhasil dievakuasi oleh nelayan, petugas SAR, dan petugas dari Polda Bali.
Lion Air dengan nomor penerbangan JT 904 tujuan Bandung-Denpasar tergelincir sekira pukul 15.20 WITA. Pesawat itu mengalami nahas sesaat setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali.
Humas Angkasa Pura Ngurah Rai Sherly Yunita mengatakan, pesawat itu mengangkut 101 penumpang. Dari informasi yang diterimanya, seluruh penumpang dalam keadaan selamat. “Informasi yang saya terima semua penumpang selamat dan hanya mengalami luka-luka,” kata Sherly, Sabtu seraya mengatakan saat ini seluruh penumpang masih terus dievakuasi. Beberapa yang sudah dievakuasi langsung dilarikan ke rumah sakit.